BSd9TUM5TpA9GUzpGUOoTUM0Gd==
Light Dark
Mahasiswa Kukerta UNRI Laksanakan Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi bersama Tim Penggerak PKK Pangkalan Nyirih

Mahasiswa Kukerta UNRI Laksanakan Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi bersama Tim Penggerak PKK Pangkalan Nyirih

Mahasiswa Kukerta UNRI Laksanakan Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi bersama Tim Penggerak PKK Pangkalan Nyirih
Daftar Isi
×

 


PenaRaja.Com,- Sabtu, 18 Juli 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata ( Kukerta ) Universitas Riau melalui program kukerta UNRI Berdampak Membangun Kampung, melaksanakan kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bersama Tim Penggerak PKK Desa Pangkalan Nyirih, kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya meningkatkan pemanfaatan limbah rumah tangga. 


Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengolah minyak goreng bekas yang sudah tidak digunakan menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Adapun mahasiswa kukerta yang mengisi kegiatan yaitu Ade Aulia( FKIP ), Annisa Putri Alilah( FKIP),Jelita (FEB),Juan Veri Gilbert Manulang( FKIP), Jandu Aditya ( FPK),Nanda Lionita Saragih (FEB),Nindi Sofianti( FPK),Sri Kazmidawati (FPK), Ramawatih ( FPK), Widi Aminarti(FKIP).



Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sering dihasilkan setiap hari. Pada umumnya, minyak bekas pakai tersebut dibuang begitu saja ke saluran air atau lingkungan sekitar. Padahal, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti pencemaran air dan tanah. Selain itu, penggunaan kembali minyak jelantah untuk menggoreng makanan secara berulang juga dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan keterampilan yang dapat membantu masyarakat mengelola limbah tersebut dengan cara yang lebih tepat.



Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian minyak jelantah, dampak yang ditimbulkan apabila tidak dikelola dengan baik, serta berbagai alternatif pemanfaatannya. Dalam sesi ini, ibu ibu PKK diajak untuk memahami bahwa limbah rumah tangga yang sering dianggap tidak berguna sebenarnya masih memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk kreatif, salah satunya adalah lilin aromaterapi.



Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin aromaterapi. Mahasiswa KKN mendampingi ibu PKK pada setiap tahapan, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan pewarna dan minyak esensial, hingga proses pencetakan lilin ke dalam wadah yang telah disiapkan. Pendampingan dilakukan secara langsung agar setiap peserta dapat memahami teknik pembuatan dengan baik dan mampu mempraktikkannya kembali secara mandiri di rumah.


Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali limbah rumah tangga. Dengan memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku lilin aromaterapi, masyarakat dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dipasarkan sebagai produk kerajinan maupun suvenir.


Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Tim Penggerak PKK Desa Pangkalan Nyirih, diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka. Semangat gotong royong, kreativitas, dan inovasi yang ditunjukkan selama kegiatan menjadi modal penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berwawasan lingkungan.


Penulis: Kelompok Kukerta Universitas Riau Berdampak Membangun Kampung, Desa Pangkalan Nyirih,Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

0Komentar

Special Ads