Notification

×
iklan

Limbah Tambak Udang Resahkan Nelayan Rupat

Sabtu, 15 April 2023 | 04.13.00 WIB Last Updated 2023-04-16T07:16:45Z

PenaRaja.com - Para nelayan di Desa Suka Damai Kecamatan Rupat belakangan ini mengeluh karena berkurangnya jumlah ikan hasil tangkapan dari anak sungai disana. Hal ini mengakibatkan omset para pencari ikan itu menurun dan akhirnya ekonomi penunjang kehidupan para nelayan pun jadi goyah.


Menurut keterangan para nelayan, berkurangnya jumlah ikan hasil tangkapan dari anak sungai itu disebabkan masuknya aliran air limbah dari tambak udang ke anak sungai. Mereka menduga, air limbah ini jadi perusak ekosistem di air, khususnya ikan.




"Kami menduga ikan di anak sungai jadi susah berkembang biak karena aliran air limbah dari tambak udang masuk ke anak sungai", kata salah seorang nelayan yang enggan menyebutkan namanya kepada awak media beberapa hari yang lalu.


Prihatin dengan nasib para nelayan, awak media yang tergabung dalam Forum Wartawan (Forwa) Rupat melakukan penelusuran ke lokasi tambak udang di Desa Suka Damai pada hari Rabu (12/4/2023).



Di lokasi, terpantau Forwa Rupat salah satu pekerja sedang membuka pipa saluran pembuangan air limbah dari salah satu kolam atau tambak udang disana. Terlihat air limbah berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat.


Kemudian Forwa Rupat menelusuri sumber air limbah yang keluar dari pipa saluran pembuangan tersebut. Sesampainya di dalam lokasi tambak udang, Forwa Rupat tidak menemukan kolam resapan atau kolam endapan limbah sebelum dialirkan ke anak sungai melalui  galian aliran sungai.




Salah satu pekerja di tambak tersebut mengakui, air limbah tersebut langsung dibuang ke galian yang menuju anak sungai dan mengalir terus ke laut bebas. Pekerja yang tak mau disebutkan namanya tersebut juga mengakui, seharusnya limbah tersebut diendapkan dulu dan disterilkan di sebuah kolam endapan. Setelah steril, kemudian dialirkan ke sungai atau galian yang terdekat.


Dengan adanya temuan ini, Forwa Rupat berupaya mengkonfirmasi ke pihak pengusaha tambak. Namun saat dihubungi melalui ponsel, pihak pengusaha tidak merespon hingga berita ini dipublikasi.


Kemudian Forwa Rupat mengambil sampel air dari kolam untuk dikonfirmasi kepada Pemerintah Desa Suka Damai. Kades Aris menerangkan, sebelumnya pengusaha atau pemilik kolam tambak udang tersebut sudah diperingatkan, agar memperhatikan ekosistim lingkungan. 


Mendapat informasi ini dari Forwa Rupat, Kades Aris menegaskan akan memanggil pihak pengusaha. "Kita akan panggil pihak pengusaha tambak udang untuk memberikan penjelasan terkait limbah ini", janji Kades kepada Forwa Rupat, masih di hari yang sama.




Kemudian, Forwa Rupat menkonfirmasikan hal ini kepada salah seorang pekerja UPT Tambak Udang Rupat, Sasprijon. Setelah melihat video yang dikirimkan Forwa Rupat, Sasprijon menegaskan, dalam pengelolaan tambak udang harus ada kolam endapan. 




"Melihat video ini, sepertinya pengelolaan limbah tersebut tidak mengikuti aturan yang ditentukan. Laporkan saja ke DLHK Kabupaten Bengkalis", ujarnya. (Marsiham)
IKLAN TENGAH POSTINGAN
IKLAN TENGAH POSTINGAN
IKLAN TENGAH POSTINGAN
IKLAN TENGAH POSTINGAN
IKLAN TENGAH POSTINGAN
POS SOROTAN
iklan
iklan